Kamis, 05 April 2012
(Berjalan menyusuri lorong)
Gelap, padam, sepi, rasa takut yang dirasakan, rasa ragu untuk melangkah kedepan..
Tapi kupaksakan untuk terus berjalan, berharap akan mendapatkan sebuah pancerahan di depan sana. Walaupun harus menghadapi berbagai rintangan yang menghadang, namun tetap berjalan. Kalaupun bisa untuk lari, aku akan lari. Pencerahan masih jauh disana, aku baru mulai untuk berjalan. Baru sedikit jalan yang aku lewati, dan masih panjang jalan yang harus aku lewati itu. Yang ada di pikiranku adalah pencerahan di depan. Jangan sampai aku berbalik ke belakang dan keluar dari lorong itu, dengan hasil yang hampa. Ya, tidak mendapatkan apa-apa. Aku berjalan, berjalan, dan terus berjalan. Kadang dengan lari-lari kecil. Dalam lorong yang semakin gelap, tak ada suara apapun disitu, hanya ada bebatuan yang menyebabkan aku tersandung, dan jatuh. Berdiri kuberjalan lagi. Masih dengan sebuah harapan di depan. Memulai untuk berjalan, tak punya lelah, semangat semakin membara, menghadapi rintangan yang semakin berat. Adakalanya aku tak bisa menghadapinya, dan rasa putus asa pun terkadang muncul, semangat langkah per langkah semakin memudar. Tanpa sadar aku terhenti, tak bisa untuk memulai lagi, semangat yang ada pun sudah benar-benar hilang. Tak tau harus berbuat apa. Di tengah-tengah lorong itu aku duduk termenung, pikiranpun kosong, harapan sirna. Sejenak aku tertidur, dalam tidur serasa ada sesuatu yang menggerakkanku. Dengan tiba-tiba, aku terbangun dari tidurku, kini aku berlari kedepan. Tidak berjalan lagi, rintangan yang menghadangpun seakan tak ada. Semakin terlihat cahaya di luar lorong. Menambah hasratku untk terus berlari. Sedikit cahaya, telah memberikan sebuah pencerahan. Akhirnya.. sampai aku di luar lorong, dan itulah tujuanku.
Pencerahan telah aku dapatkan.. bertemu dengan dunia baru, dengan semangat hidup baru
Dari perjalanan itu,
Aku dapat menyimpulkan bahwa:
1. (Pertama kita memulai suatu hal) semangat kita masih membara karena harapan masih melekat dan tujuan jelas.
2. (Saat menghadapi rintangan awal) menghadapi dengan sebuah semangat, menjadikan rintangan sebagai tantangan, dan tantangan sebagai motivasi melangkah.
3. (Tengah-tengah perjalanan) semangat mulai memudar, putus asa, tujuan tak jelas, tak ada harapan.
Saat ini tujuan yang kita tetapkan tak jelas, harapan yang dulunya ada tak kita hiraukan. Pada keadaan ini, sebenarnya kita membutuhkan pendinginan (istirahat), selaraskan antara pikiran dan hati, tata jiwa..
Tujuan tetapkan kembali, buat harapan-harapan baru yang dapat memotivasi.
4. (Saat tujuan akan dicapai) semangat bertambah, tak ada kata “rintangan” .
Pencerahan kita dapatkan.
Mulailah hal-hal yang akan membuat kita lebih baik, walaupun banyak rintangan yang akan kita hadapi. Tapi, tetapkan dalam hatimu bahwa “tidak ada rintangan”.
Pikiran dan Hati harus seimbang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar